![]() |
| www.echal.my.id |
Namlea, Buru, Maluku : Setelah diberlakukan pada tanggal 2 Januari kemarin, tidak sedikit para guru mulai memasang target berapa sertifikat yang akan saya dapatkan sampai pada bulan juni, dari mana sertifikatnya, apakah sertifikat yang sudah ada sebelum 2024 dapat dimasukkan pada RHK di PMM?
pada penyusunan rencana kinerja yang dilakukan melalui aplikasi platform merdeka mengajar (PMM), ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan oleh guru maupun atasan langsung/Kepala Sekolah sebagai pejabat penilai kinerja. jika dilihat pada proses pengisian rencana kinejra pad PMM terdapat 4 hal penting, yaitu (1) Praktik KInerja/praktik Pembelajaran, (2) Pengembangan kompetensi/Pengembangan Diri, (3) Tugas Tambahan, (4) Perilaku kerja
kedepan, tidak sedikit guru akan fokus mengejar poin yang termaktub pada aspek pengembangan kompetensi/pengembangan diri, tidak sedikit juga yang berusaha sedapat mungkin melampaui jauh poin minimal 32 yang disyaratkan. Padahal pengembangan kompetensi/pengembangan diri itu sunah muakkad (tidak wajib namun mendekati wajib). namun penilaian paling krusial dalam rencana kinerja ini ada pada praktik kinerja/praktik pembelajaran dan Perilaku kerja yang dilakukan oleh seorang guru.
Bisa saja kelak di bulan juni nanti, sorang guru dapat nilai Pengembangan Diri 128 poin (Maksimal), namun pimpinan/atasan langsung memberikan reting SKP-nya di bawah ekspektasi atau berkinerja rendah. karena penilaian SKP mutlak dilakukan oleh atasan langsung/kepala satuan pendidikan. Jika mengajarnya tidak baik, sering ninggalin kelas tanpa alasan, jarang ke sekolah dengan alasan sedang mengikuti pengembangan diri. berperilaku dengan atasan buruk atau sesama rekan kerja dan siswa buruk, bisa saja nilai praktik pembelajaran dan perilaku kerja di bawah ekspektasi, karena reting/predikat kinerja bukan dilihat dari 128 poin yang didapat.
Poin pengembangan kompetensi/pengembagan diri jika dipahami dengan baik bahwa bagian ini merupakan komitmen yang diimbaskan ke sekolah, atau diikuti cukup di sekolah. Tidak perlu bersibuk2 ria keluar sekolah mencari pelatihan apalagi sampai meninggal tugas utama yakni praktik kinerja/praktik pembelajaran.
artinya, pada kesempatan ini kta bukan pemburu poin, bukan pemburu sertifikat atau laporan atau piagam. Poin, sertifikat, piagam, dsb hanya sebuah apresiasi atas dedikasi. Kebermanfataan pengembangan kompetensi/pengembangan diri itu harus membekas bagi sekolah atau berdampak bagi sekolah. Maka fokus guru yangg paling utama itu ada pada aspek praktik pengajaran dan perilaku kerja, sdangkan pada aspek pengembangan kompetensi dapat dikomunikasikan dengan pimpinan karena pada aspek ini akan menjadi bahan pertimbangan.
Selamat berakhir pekan tanpa perlu melirik pelatihan gratis 32JP yang harus dibagi minimal kepada 5 group, cukuplah memaksimalkan sumber daya yang ada pada sekolah untuk memenuhi ekspektasi pimpinan. (M.F.M)
Address : Klik kembali ke Beranda

Posting Komentar